Pariwisata Menggeliat, Hunian Hotel Lubuk Linggau Melonjak di Tengah Inflasi
Lubuk Linggau, (Naskah Rakyat) – Angka inflasi Kota Lubuk Linggau di bulan September 2025 memang tercatat naik 0,27 persen dibanding bulan sebelumnya. Namun di balik itu, ada kabar baik, roda ekonomi daerah justru berputar lebih kencang berkat geliat pariwisata.
Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Heri Zulianta yang akrab disapa Heri Z Regeng, menegaskan bahwa meski ada sedikit kenaikan inflasi bulanan, laju inflasi tahunan tetap terkendali. “Kuncinya karena kerja keras semua perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga,” ucapnya saat rilis perkembangan inflasi di Kantor BPS Lubuk Linggau, Rabu (1/10/2025).
Faktor pendorong inflasi bulan ini datang dari kenaikan harga emas dan biaya pendidikan perguruan tinggi. Meski begitu, sektor lain justru memberi angin segar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, tingkat hunian kamar hotel melonjak tajam, imbas dari banyaknya event besar yang digelar di Bumi Sebiduk Semare.
“Event-event ini bukan sekadar hiburan, tapi juga strategi penting untuk menggairahkan pariwisata dan mendongkrak ekonomi lokal,” tambah Heri.
Kepala BPS Kota Lubuk Linggau, Uray Naviandi, melengkapi penjelasan dengan detail angka. Ia menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 September 2025 turut berpengaruh. Namun tren dunia justru memberi kabar baik: harga Dexlite turun menjadi Rp 13.900, Pertamina Dex Rp 14.150, dan Pertamax Turbo Rp 13.400.
“Turunnya harga BBM ini karena harga minyak dunia melemah dan kurs rupiah menguat,” jelasnya.
Untuk pangan, sejumlah komoditas seperti bawang merah, tomat, dan beras menurun harganya berkat lancarnya distribusi dan dukungan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Hanya saja, harga cabai dan ayam ras sempat naik karena pasokan berkurang akibat cuaca.
Dari sektor pariwisata, data menunjukkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik hingga 31,86 persen, sementara hotel non-bintang juga tumbuh 17,89 persen. Sementara itu, meski jumlah penumpang pesawat Agustus 2025 turun 15,24 persen dibanding bulan sebelumnya akibat berakhirnya libur sekolah, secara tahunan justru meningkat 13,54 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa strategi pembangunan ekonomi Lubuk Linggau berjalan di jalur yang tepat: menjaga harga tetap stabil, menghidupkan pariwisata, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.
Dalam acara rilis tersebut, hadir pula sejumlah pejabat penting di antaranya Kepala Diskominfotiksan, Ervan Affansyah, Kepala Bappedalitbang, H Emra Endi Kesuma, Kepala Dinas Pariwisata, Adiwena Rio Kunto, Kepala Dinas Sosial, Hasan Andria UY, serta Kepala Disperindag, Medhioline Sapta Windu. (*)










