Beranda Lubuk Linggau Doa dan Tahlil 40 Hari Ibunda, Firdaus Hasbullah Sampaikan Pesan Menyentuh tentang Bakti kepada Ibu
Lubuk Linggau

Doa dan Tahlil 40 Hari Ibunda, Firdaus Hasbullah Sampaikan Pesan Menyentuh tentang Bakti kepada Ibu

Palembang, (Naskah Rakyat) – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti pendopo pribadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, di Palembang. Pada hari itu, Firdaus bersama keluarga besar memperingati 40 hari wafatnya sang Ibunda tercinta, Hj. Nayu binti Yazid Bustomi, melalui acara tahlilan dan doa bersama.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting diantaran Bupati OKI Muchendi, Mantan Bupati Musi Rawas dan Muara Enim Nang Ali Solihin, tokoh masyarakat , serta para ulama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dipanjatkan mengalir penuh ketulusan, menjadi ungkapan rindu sekaligus penghormatan terakhir kepada almarhumah yang semasa hidup dikenal sebagai sosok ibu penuh kasih dan teladan bagi keluarga.

Dalam sambutannya, Firdaus Hasbullah menyampaikan pesan yang menyentuh hati para hadirin. Dengan suara yang sarat emosi, ia mengajak semua yang hadir untuk benar-benar menghargai keberadaan seorang ibu selagi masih hidup.

“Sayangilah ibu selagi masih bisa disentuh tangannya dan ditatap wajahnya. Jangan menunggu mapan untuk berbakti. Kehadiran kita saja, doa kita, sudah sangat berarti bagi orang tua,” tutur Firdaus.

Ia juga mengingatkan bahwa waktu bersama orang tua adalah waktu yang diam-diam terus berkurang dan tak akan pernah bisa kembali. Menurutnya, doa adalah bentuk cinta yang paling tulus dan abadi, menjadi jembatan antara kasih sayang anak di dunia dengan kebahagiaan orang tua di akhirat.

“Doakanlah ibu setiap hari, karena doa anak adalah cahaya bagi orang tua di alam sana,” tambahnya.

Menutup sambutan, Firdaus Hasbullah atas nama keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir, mendoakan, serta memberikan dukungan moril kepada keluarga.

Acara tahlilan dan doa bersama ini tidak hanya menjadi momen mengenang almarhumah, tetapi juga pengingat bagi semua yang hadir tentang pentingnya berbakti, mencintai, dan mendoakan orang tua selagi masih diberi kesempatan. (*)

Sebelumnya

Lepas Fama FC Bertanding ke Bengkulu, Walikota: Jangan Takut, Jangan Kalah Mental

Selanjutnya

Konferensi PWI Kota Lubuk Linggau Jadi Momentum Konsolidasi, Wali Kota Dorong Musyawarah dan Kekompakan

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Naskah Rakyat
Alaku
Alaku