Kasus Kematian Sopia Belum Tuntas, ASJ Minta Kapolri Bertindak Tegas
Jakarta, (Naskah Rakyat) – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Belli Yansah, menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri pada Kamis, 9 April 2026. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) agar segera mencopot Kapolda Bengkulu dan Kapolres Kepahiang.
Aksi tersebut merupakan buntut dari belum tuntasnya pengungkapan kasus kematian seorang perempuan bernama Sopia, yang sempat viral di media sosial karena dinilai tidak wajar. Korban diketahui ditemukan meninggal dunia di kawasan Liku 9, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, pada 10 Maret 2026 lalu.
Belli Yansah menilai lambannya penanganan kasus tersebut telah menimbulkan keresahan publik, khususnya di kalangan masyarakat yang menuntut keadilan bagi korban. Oleh karena itu, pihaknya bersama sejumlah elemen pemuda yang tergabung dalam gerakan
“Peduli Keadilan bagi Sopia” akan turun langsung menyuarakan tuntutan.
Selain mendesak Kapolri, massa aksi juga meminta Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrahman, untuk turun tangan dengan memanggil Kapolda Bengkulu dan Kapolres Kepahiang guna mempertanggungjawabkan penanganan kasus tersebut.
Adapun tuntutan dalam aksi tersebut antara lain:
1. Mendesak Kapolri segera mengungkap dan menuntaskan kasus kematian Sopia.
2. Meminta Ketua Komisi III DPR RI memanggil Kapolda Bengkulu dan Kapolres Kepahiang agar segera menuntaskan kasus tersebut.
2. Mendesak pencopotan Kapolda Bengkulu dan Kapolres Kepahiang.
Aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul di Mabes Polri. Belli menegaskan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat dalam memperjuangkan keadilan bagi korban.
“Kami meminta Kapolri dan Komisi III DPR RI untuk serius menangani kasus ini hingga tuntas dan memberikan keadilan bagi almarhumah Sopia,” tegas Belli. (Dom)










