GP-KTP Desak Manager PLN ULP dan UP3 Lubuk Linggau Dicopot
Lubuk Linggau, (Naskah Rakyat) – Warga Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuk Linggau Utara 1, Kota Lubuk Linggau, khususnya di kawasan Ulu Malus, merasa kecewa terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tak kunjung merealisasikan pemasangan tiang kabel listrik.
Sejumlah warga mengaku, bahwa telah melakukan pengusulan ke PLN Unit Layanan Palengan (ULP) Lubuk Linggau. Namun, hingga kini tiang kabel belum juga dipasang, sehingga warga harus tetap mengandalkan tiang bambu dan batang-batang dipinggiran jalan yang kondisinya dinilai kurang layak untuk dijadikan tiang.
“Kami sudah betahun-tahun menunggu pemasangan tiang listrik ini sampai sekarang belum juga dipasang. Sebagai pelanggan kami jelas kecewa kepada PLN Lubuk Linggau,” ujar santi, seorang warga Ulu Malus, Jumat (19/9/2025).
Tak hanya itu saja, kekecewan warga terhadap PLN Lubuk Linggau memuncak tatkala kondisi listrik yang kerap tidak stabil di wilayah mereka. Akibatnya, berbagai barang elektronik seperti kulkas, mesin cuci, hingga rice cooker sering mengalami kerusakan.
Bahkan, warga mengaku nasi yang dimasak tidak pernah matang sempurna lantaran tegangan listrik sering turun.
“Percuman beli kulkas, beli mesin cuci ngak bisa di pakai, tegangan listri kurang disini, bila dihidup semua maka akan mati saat itu lah barang elektronik kami banyak rusak. Masak nasi pun terkadang matangnya tidak sempurna akibat listrik tidak stabil,” ucapnya.
Selain itu, persoalan juga dirasakan masyarakat yang memiliki mesin pompa air listrik. Karena daya tidak kuat di siang dan sore hari, akibatnya warga sering mengambil air dari sungai.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir. Selain aliran listrik sering tidak stabil, kabel yang semrawut menggantung tanpa tiang penyangga berisiko membahayakan keselamatan.
Melihat kondisi ini, Koordinator GP-KTP, Heri Padri mendesak Manager PLN UP3 segera mencopot Manager ULP Lubuk Linggau dari jabatannya. Desakan ini muncul lantaran PLN dinilai tidak memprioritaskan kebutuhan pelanggan dan seringkali abai terhadap keluhan masyarakat.
Menurut Koordinator GP-KTP, pelayanan PLN selama ini kerap mengecewakan warga. Mulai dari seringnya pemadaman listrik tanpa pemberitahuan, hingga lambannya penanganan pengaduan masyarakat terkait pemasangan tiang.
“PLN seharusnya mengutamakan kepentingan pelanggan, bukan malah membiarkan masalah berlarut-larut. Kami menilai Manager ULP Lubuk Linggau sudah tidak layak dipertahankan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Heri juga menegaskan akan melakukan aksi besar-besaran di PLN ULP Lubuk Linggau, jika tidak ada solusi.
“Kami akan aksi di kantor PLN ULP Lubuk Linggau. PLN tidak boleh membeda bedakan pelanggan, masyarakat di pinggiran kota juga harus terpenuhi haknya oleh negara,” sebutnya. (Saw)










