Libur Sekolah Tak Halangi Anggota DPR RI Fauzi Amro Salurkan PIP di Lubuk Linggau
Lubuk Linggau, (Naskah Rakyat) – Komitmen terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan H. Fauzi Amro, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel I.
Kali ini ia menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada dua sekolah di Lubuk Linggau, yakni SMP Negeri 6 Lubuk Linggau dan SDN 81 Lubuk Linggau, Rabu (24/12/2025).
Meski bertepatan dengan masa libur sekolah, Fauzi Amro tetap melakukan kunjungan langsung ke SMPN 6 Lubuk Linggau dan SDN 81. Kehadirannya disambut Kepala Sekolah Emi dan Yesie Ardelina, beserta para guru, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan dialog singkat terkait kondisi pendidikan di sekolah tersebut.
“Program Indonesia Pintar ini kami dorong agar benar-benar menyentuh anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tujuannya jelas, jangan sampai ada siswa yang putus sekolah karena persoalan biaya,” kata Fauzi Amro.
Ia menegaskan, PIP merupakan program bantuan pemerintah yang menyasar siswa SD, SMP, hingga SMA dari keluarga tidak mampu. Bantuan ini diharapkan mampu menopang kebutuhan pendidikan siswa sekaligus menjaga keberlanjutan sekolah mereka.
Menurutnya, wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara (MLM) menjadi perhatian khusus agar generasi muda tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Pendidikan adalah kunci masa depan. Karena itu, kami ingin memastikan anak-anak di daerah tetap bisa bersekolah dan meraih cita-cita mereka,” ujarnya.
Selain PIP, Fauzi Amro juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Lubuklinggau di bidang pendidikan, termasuk program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP yang telah direalisasikan.
“Kami sangat mendukung program seragam sekolah gratis. Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Untuk tahun 2025, Fauzi Amro menyebutkan kuota penerima PIP di wilayah MLM mencapai sekitar 50–60 siswa per daerah, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan tersebut mencapai kurang lebih 180 siswa.
Ia memastikan, Program Indonesia Pintar akan terus berlanjut dengan prioritas utama bagi siswa-siswi yang paling membutuhkan bantuan pendidikan.
“Insya Allah, program ini akan terus kami perjuangkan agar semakin banyak anak yang terbantu dan masa depan pendidikan di daerah semakin baik,” pungkasnya. (Dom)










