Undip Bahas Masa Depan Transmigrasi Lembak Rejang Lebong
Rejang Lebong, (Naskah Rakyat) – Online
Universitas Diponegoro (Undip) bersama Kementerian Transmigrasi RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Ekspedisi Patriot Padang Ulak Tanding di Aula Yayasan Rajayah Qasim, Kelurahan Pasar Padang Ulak Tanding, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi dan perumusan rekomendasi pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
FGD dihadiri oleh Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Bengkulu, Heppy Yana Syateri, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong, Camat se-Kawasan Lembak, kelompok tani, serta tim peneliti dari Universitas Diponegoro yang terdiri dari dua kelompok riset lapangan.
Sejak 28 Agustus lalu, tim ekspedisi Undip telah turun langsung ke lapangan melakukan penelitian sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pertanian di kawasan transmigrasi Lembak, yang mencakup Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang, dan Sindang Beliti Ilir.
Ketua Tim 1 Ekspedisi Patriot, Ir. Ganjar Samudro, menjelaskan riset ini tidak hanya untuk mengevaluasi kondisi kawasan transmigrasi, tetapi juga untuk memetakan komoditas unggulan spesifik wilayah yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat dan pemerintah daerah bisa memberi masukan terhadap hasil riset ini. Semua temuan di lapangan akan kami sampaikan ke Kementerian Transmigrasi sebagai bentuk laporan dan rekomendasi pengembangan kawasan,” ungkap Ganjar.
Dalam kesempatan yang sama, Heppy Yana Syateri menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program strategis Kementerian Transmigrasi untuk memperkuat pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia, termasuk di Bengkulu.
“Tim ekspedisi ini membawa semangat baru. Kita ingin kawasan Lembak lebih dikenal dan berkembang pesat. Mudah-mudahan hasil riset Undip ini bisa menjadi pijakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi,” katanya.
Heppy menambahkan, kegiatan semacam ini penting untuk membuka mata banyak pihak bahwa kawasan transmigrasi memiliki potensi besar jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan riset dan FGD ini, diharapkan kawasan transmigrasi di Lembak tidak lagi menjadi wilayah yang terpinggirkan, melainkan tumbuh sebagai sentra baru pembangunan ekonomi dan sosial di Rejang Lebong. (Mawid)












